Kamis, 15 Desember 2016

PROSEDUR PENGUJIAN HASIL PERAKITAN

Prosedur Pengujian Hasil Perakitan

perakitan-komputer-38-638

1. Pengenalan Jenis Beep Code 
  • 1 Beep Pendek
Bunyi beep pendek 1 kali merupakan bunyi beep yang sering kita dengar pada saat pertama kali komputer dihidupkan dan inilah kondisi normalnya, Bunyi beep pendek 1 kali menandakan tidak ada masalah dengan hardware yang telah dicek oleh BIOS.
  • 1 Bunyi Panjang , 2 Beep Pendek
Satu beep panjang diikuti oleh dua beep pendek menunjukkan bahwa telah ada beberapa jenis kesalahan dengan kartu video. Mengganti kartu video biasanya yang paling Anda harus lakukan untuk memperbaiki ini satu.
  • 1 Bunyi Panjang, 3 Beep Pendek
Satu beep panjang diikuti tiga beep pendek berarti bahwa baik kartu video tidak terpasang atau memori pada kartu video yang buruk. Cobalah untuk mengganti kartu video (VGA Card) untuk memperbaikinya.
  • 1 Beep bernada tinggi, 1 Bunyi bernada rendah (Berulang)
Sebuah nada beep bernada tinggi diikuti nada beep bernada rendah merupakan indikasi adanya masalah pada CPU (Processor).  Biasanya terjadi overheating (panas berlebih) pada Processor atau kerusakan pada Processor  karena penyebab lainnya.
  • 1 Beep bernada tinggi (Berulang)
Sebuah kode beep bernada tinggi yang berulang mengindikasikan kondisi Processor yang overheating. Segera matikan komputer pada saat mengetahui adanya overheating pada Processor ini karena kondisi overheat ini dapat merusak Processor.
  • Bunyi Beep lain
Bunyi beep berulang dan bunyi beep lainnya mengindikasikan adanya masalah pada memori. Untuk itu cobalah untuk mengganti memory (RAM) untuk memperbaikinya 

2. Pengecekan Perangkat Input, Proses, Output Dan Media Penyimpan Pada BIOS
  • Pada saat pertama kali motherboard/PC dinyalakan, maka pertama kali bios akan melakukan post cek / self cek pada IC-Bios itu sendiri, Self Cek yang dilakukan oleh bios adalah sesuai konstruksi program yang tertanam dalam eeprom itu sendiri, muali dari header/bootblock/loader sampai dengan MCU(Main Control Unit), Cek yang dilakukan mulai dari syntaxis hubungan bit per bit code program dan korelasi map addressing pada bios dengan external addressing (peripheral yg terpasang pada motherboard)
  • Jika self cek pada chips/ic-bios itu berhasil maka proses selanjutnya adalah yang sering anda ketahui dan dengar adalah proses BOOTING / Bootstart. Pada saat booting bios akan melakukan cek terhadap validitas kinerja peripheral, mulai dari Motherboard, Processor, RAM, VGA, Sound Card, Hard Disk, Floppy Disk, CD/DVDR/RW, Keyboard, Mouse, Monitor, dan accecories lainnya.
  • Jika booting berhasil, maka langkah selanjutnya adalah bios akan melakukan proses yang disebut Start-Up, Jika proses booting gagal karena ada salah satu peripheral yang tidak valid kinerjanya/trouble, maka proses booting akan berhenti dan bahkan HANG.
  • Pada saat start-up yang sebenarnya di cek oleh bios adalah spesifikasi perangkat/peripheral yang tertanam/terpasang dalam CPU/PC seperti store-age, mulai dari IRQ, Spesifikasi Firmware, Kapasitas, Fungsionalitas (Contoh : Hard Drive, Floppy Drive, CD/DVD/R/RW, dan perangkat store-age lain yang terpasang)
  • Jika validasi dan verifikasi peripheral pada saat proses startup berhasil maka proses selanjutnya adalah membaca OS (Operating System) yang berada pada store-age, Operating System dalam hal ini bisa dari berbagai platform seperti DOS(Disk Operating Sistem), Windows 16-64Bit, Solaris, Linux, Xenix, Unix, Aple, Etc. Jika OS yang berada pada store-age terbaca dan sukses melewati verifikasi maka PC akan masuk pada desktop area / Main Area pada setiap system operasi dari berbagai platform tersebut. Apa saja verifikasi yang dilakukan pada tahap ini? Pada tahap ini verifikasi yang dilakukan system antara lain : MBR(Master Boot Record), Jenis Partisi (FAT, NTFS, Linux, Etc-> sesuai dengan platform system operasi), File System Utama / Boot Loader (Contoh File System Untuk Platform DOS, Windows : MS-DOS.SYS, IO.SYS, Command.com, Drvspace.BIN, AUTOEXEC.BAT). MS-DOS.SYS adalah file system yang menerangkan tentang rumpun dan jenis system operasi yang digunakan. IO.SYS adalah file yang menjelaskan tentang Input Output Unit/Peripheral. Command.com adalah file yang berisi perintah – perintah standard internal pada system operasi terkait. Drvspace.bin adalah file yang menerangkan informasi detail tentang kapasitas dan alokasi store-age. AUTOEXEC.BAT adalah file yang berisi rutin program standard dengan printah perintah internal yang berada pada command.com yang akan langsung di eksekusi pada saat proses booting.
  • Jika CPU/PC sudah berhasil masuk pada salah satu platform system operasi tersebut, maka proses selanjutnya adalah KERNEL CHECK atau cek pada file KERNEL, File kernel adalah file yang berisi rutin program yang berfungsi sebagai jembatan/gate/komunikator antara HARDAWARE dengan Software (Dalam Hal ini system operasi), File ini biasanya banyak ditemukan pada OS dari berbagai platform khususnya yang memiliki mode GUI (Graphical User Interface).

BIOS

BIOS

img_0127

Basic Input Output System (BIOS)merupakan sebuah software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS)yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan. Fungsi BIOS
Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.
Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstal, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.
Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya “Pres F2 to enter setup”, maka langsung saja tekan tombol F2 agar bisa masuk ke pengaturan BIOS.
Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :
  • Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
  • Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
  • Advanced Chipset Features.
  • Integrated Peripherals.
  • Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking.
  • PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll.
  • PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
  • Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
  • Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
  • Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS.
  • Set User Password.
  • Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
  • Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.
Cara Setting BIOS
1. Setelah masuk ke BIOS maka akan ada tempilan seperti di bawah. Pada tampilan pertama akan ada pemberitahuan mengenai hardware yang ada pada laptop atau komputer. Hal ini ditujukan untuk mengecek apakah hardware kita terbaca dan bekerja dengan baik pada laptop.
Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
2. Pada tampilan ke 2 “Tab Main” akan ada setting waktu dan tanggal. Kemudian ada lagi pemberitahuan mengenai kapasitas RAM laptop. Kemudian ada pengaturan lainnya.
Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
3. Pada tampilan 3 “Tab Security” digunakan apabila teman-teman ingin memberikan password pada BIOS.
Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios
  
4. Pada tampilan 4 “Boot” akan digunakan untuk mengatur booting pada laptop atau komputer. Biasanya sebelum menginstal ulang, pengaturan BOOT lah yang terlebih dahulu disetting.
Pengertian Bios Dan Cara Setting Bios

K3LH (Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup


K3LH (Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup


pengertian_k3lh

Pengertian

K3LH adalah pengertian tentang Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu perusahaan atau instansi lain yang memiliki banyak pekerja atau karyawan.Maksud dari pengertian K3LH adalah memahami dan menerapkan K3LH di setiap perusahaan.

Tujuan

Tujuan dari program K3LH adalah menciptakan suasana kerja yang sehat, aman dan nyaman. Hal ini menjadikan pekerja dan perusahaan memiliki daya saing yang lebih kuat. K3LH adalah singkatan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.
  3 Alasan Utama Mengapa Suatu Perusahaan Melaksanakan K3LH
–          Diwajibkan oleh Undang-undang Tenaga Kerja
–          Hak asasi manusia
–          Mengurangi beban ekonomi para pekerja
  Keuntungan Penerapan K3LH
Keuntungan dari penerapan K3LH adalah terciptanya hasil kerja yang optimal, karena suasana kerja yang nyaman akan menghasilkan produksi yang lebih banyak dan lebih bermutu. Jadi program K3LH ini bisa mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil produksi. Perusahaan yang menerapkan program K3LH biasanya mengaplikasikan K3LH di lingkungan perusahaan.

  Ciri-ciri perusahaan yang memperhatikan K3LH, diantaranya :
–          Memberikan fasilitas seragam kerja dan sepatu keselamatan (safety shoes) dan mewajibkan seragam dan sepatu keselamatan tersebut untuk dipakai oleh semua pekerja yang terlibat dalam produksi, bengkel dan lapangan.
–          Memasang atribut K3LH seperti tulisan yang mengingatkan pekerja untuk selalu sadar akan keselamatan, kesehatan dan kebersihan di lingkungan perusahaan. Maksud dari atribut K3LH ini adalah menghindari bahaya atau kesalahan yang bisa berakibat fatal. Maksud lainnya adalah memperhatikan kebersihan di lingkungan perusahaan, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan bersih.
–          Memisahkan sampah organik (contoh : sampah dari tumbuhan dan kertas) dan bukan organik (contoh : sampah dari plastik).
–          Menerapkan K3LH dalam prosedur dan sistem kerja. Manajemen perusahaan mengupayakan para karyawannya dengan memberi petunjuk tentang K3LH supaya para pekerja memahami pengertian K3LH dan menerapkannya.

Manfaat dari K3LH

Dengan program K3LH, pekerja dan perusahaan bisa menikmati manfaatnya.Perusahaan akan menjadi lebih bermutu dan sistematis untuk berkembang lebih cepat, dan pekerja menjadi lebih aman, lebih sehat dannyaman.Jika kenyamanan dalam bekerja bisa terwujud, akan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara para pekerja dan perusahaan tempat mereka bekerja sehingga menghasilkan produk yang maksimal sesuai misi perusahaan.  

Pentingnya K3LH

K3LH Adalah Hal Penting dalam Pembangunan Usaha Atau Industri
K3LH merupakan hal penting dalam membangun industri. Pertumbuhan dan pembangunan industri banyak menimbulkan masalah terhadap manusia di setiap negara. Contohnya adalah kecelakaan kerja, bermacam penyakit akibat kerja, dan dampak lingkungan dari adanya industri.
K3LH merupakan hal penting bagi pekerja karena pekerja yang menjadi penggerak industri dan posisi pekerja dalam industri adalah yang utama dari sistim kerja, karena tanpa ada pekerja, tidak akan ada hasil industri.
Oleh sebab itu, agar industri bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat dan baik, maka sistem kerja di setiap industri harus diatur dan dirancang dengan memperhatikan K3LH dan para pekerja. Karena setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memeroleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral, dan kesusilaan serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN DALAM MERAKIT PC



Alat dan Bahan yang diperlukan dalam perakitan komputer


hardisk_rusakteknik_komputer
Sebelum kita melakukan perakitan komputer tentunya kita membutuhkan alat dan bahan, dan kali ini saya akan memosting alat dan bahan yang digunakan dalam perakitan komputer

Alat- alat yang diperlukan dalam perakitan komputer


NoNama AlatKeteranganGambar
1Obeng Plus (+)Ukuran screw PC 
2Obeng Minus (-)Ukuran screw PC
3Tang Lancip (capit buaya)Untuk menjapit benda benda kecil 
4PinsetUntuk pencabut jumper 
5Gelang AntistatikAlat digunakan untuk mencegah pengosongan elektrostatik 
6Multimeter / MultitesterUntuk pengukuran tegangan 

Bahan- bahan yang digunakan dalam perakitan komputer


NoNama BahanKeteranganGambar
1MotherboardPapan induk atau papan rangkaian utama pada komputer. 
2ProcessorKomponen pemroses dalam komputer 
3Kartu Grafis (VGA Card)Mengubah sinyal digital dari komputer menjadi tampilan grafik di layar monitor 
4Heatsink (Kipas)Kipas pendingin processor dan komponen yang lain. 
5HarddiskPenyimpan data untuk dapat meningkatkan kinerja komputer. 
6CD/DVD ROMPerangkat penyimpan ke CD/DVD 
7Memory (RAM)Internal Memory, yang berfungsi untuk menyimpan data sementara. 
8Power SupplyPengalir listrik ke setiap bagian komputer. 
9Keyboard & MouseKomponen tambahan sebagai pelengkap dari sebuah PC. 
10CassingBagian terluar CPU sebagai pelindung komponen-komponen yang ada di dalamnya. 
11MonitorAlat output untuk menampilkan gambar hasil olahan dari CPU. 

PROSEDUR PEMBONGKARAN DAN PEMASANGAN KOMPUTER

Prosedur membongkar Dan Pemasangan komputer 

gambarkomputer

a) Prosedur membongkar komputer

Bongkar-pasang komponen komputer, perlu teliti dan sabar. Langkah-langkah yang penulis hadirkan, ini adalah langkah kerja. Dalam dunia teknik langkah kerja sangat perlu, guna efisiensi waktu. Jadi, bongkar pasang, bukan asal cabut sana-sini saja. Begitu juga dengan memasang, dengan sedikit tips sebagai berikut:

Ø Peralatan :

· Obeng kembang (+).
· Otak sehat.
· Obeng biasa (-) Untuk motherboard AMD dan pentium III soket.

Ø Cara memasang (bongkar) :

· Lepaskan kabel-kabel power yang terhubung dengan power supply. Kabel audio (jika ada) juga dilepas. Termasuk power supply
· Lepaskan kabel-kabel IDE Floppy Disk, kabel data SATA dan CD-Room (perangkat optik) dari casing.
· Lepaskan kabel-kabel front panel dari motherboard.
· Lepaskan VGA (Video Graphic Adapter), soud card yang terpasang pada motherboard, serta peripheral lain.
· Lepaskan modul RAM (Random Acsess Memory) dari slot motherboard.
· Buka baut-baut motherboard dengan obeng plus (+). Lalu lepaskan. Angkat, keluarkan dari casing komputer.
· Lepaskan kipas prosesor dari motherboard.
· Lepaskan prosesor dari motherboard.

b) Prosedur memasang komputer

Setelah komputer dibongkar dan selesai memperbaiki sesuatu bagian dari komputer yang rusak, maka pasnag kembali komponen-komponen komputer seperti semula pastikan jangan sampai ada komponen yang terbalik pemasangannya dan pastikan juga semua benar-benar terpasang dengan baik dan kencang. Kemudian coba hidupkan komputer kalau tidak hidup berarti ada kesalahan dalam pemasangan komponen-komponennya dan jangan memasang tutp casing sebelum komputer berjalan dengan baik.

1. Pemasangan RAM

· Buka pengunci slot ( di setiap ujung slot memory pada motherboard )
· Sesuaikan posisi memory dengan posisi slot di motherboard ( jangan hawatir terbalik, karena jika terbalik memory tidak dapat masuk karena posisi tidak sesuai, jadi kalau tidak sesuai tinggal dibalik ).
· Tekan dengan perlahan dan secara otomatis pengunci slot yang tadi akan mengunci kembali.

2. Pemasangan Pendingin

· Ambilah Thermal Paste dan lekatkan secukupnya pada bagian atas CPU.
· Thermal Paste merupakan media yang menghubungkan Heatsink dengan CPU agar lebih memudahkan transfer panas dari suatu CPU ke pendingin/Heatsing.
· Setelah melapisi permukaan atas dengan pasta maka letakanlah Heatsink di atas CPU. Anda akan melihat 4 pins pada pada masing-masing pojok suatu heatsink.. Hal ini merupakan pengait yang akan menempel pada lubah yang ada pada motherboard.
· Perhatikan empat lubang di motherboard – sedangkan orientasi dari heatsink dapat ke arah mana saja. Pilih dari masing-masing dari 2 pins secara diagonal, kemudian tekan ke bawah secara bersamaan. Tekan sampai anda mendengar bunyi “click”. Pin akan mengunci ketika kaki-kaki pin telah masuk ke motherboard.
· Terakhir, sambungkan kabel power connector dari kipas / fan pada heatsink dengan sambungannya pada motherboard. Petunjuknya dapat dilihat pada label/keterangan tulisan ” CPU Fan ” pada motherboard.

3. Pemasangan motherboard pada kotak komputer

1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

4. Pemasangan kabel motherboard dan casing

1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

5. Pemasangan drive

1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

6. Pemasangan LAN Card

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.

7. Pemasangan Kartu Grafis

1. Pastikan jenis slot ekspansi apakah yang dimiliki komputer Anda. ada beberapa macam jenis ekspansi slot yang dimiliki oleh komputer, seperti PCI, PCI-e, pci-e2.0 dan AGP. Anda bisa menentunkan jenis slot apakah yang digunakan komputer Anda dengan memperhatikan motherboard, ataupun membaca skema motherboard pada buku petunjuk komputer Anda. Anda juga bisa melakukan pencarian pada Google untuk mendapatkan petunjuk motherboard secara online.
2. Hapuslah driver kartu grafis lama Anda. untuk menghapus driver, carilah Windows Device Manager. Pada Device Manager, klik dua kali nama kartu grafis Anda untuk menampilkan jendela Properties. Klik pada tab Driver dan lalu tekan tombol untuk menghapus driver tersebut.
3. Matikan komputer Anda. Cabutlah kabel daya pada bagian belakang, atau cabut kabel tersebut dari colokan listrik. Jika komputer Anda berjalan cukup lama sebelum Anda mematikannya, Anda sebaiknya membiarkan komputer Anda menjadi lebih dingin terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan kartu grafis.
4. Bukalah penutup komputer.
5. Tetap menyentuh bagian logam dari penutup komputer atau gunakan gelang tangan antistatis. Hal ini akan menghindarkan Anda dari kejutan listrik dan dari merusak komponen elektronik yang dikarenakan listrik statis oleh tubuh Anda.
6. Carilah slot kartu grafis Anda. Hal ini tergantung pada konfigurasi komputer danmotherboard Anda. Anda mungkin harus meletakkan karti grafis pada bagian sisi kartu grafis tersebut.
7. Cabutlah kartu grafis lama Anda. Pertama-tama Anda harus membuka sekrup kecil yang terdapat pada pelat belakang kartu grafis sebelum Anda mencabutnya.
8. Pasanglah kartu grafis baru Anda. tekanlah kartu grafis tersebut secara perlahan-lahan kedalam slot. Pastikan kartu grafis tersebut ditekan cukup rapat, atau komputer Anda tidak akan berjalan jika kartu grafis Anda tidak cukup rapat terpasang. Slot AGP sedikit lebih rumit daripada slot PCI. Dan pastikan Anda memasang kabel daya yang cocok dari suplai daya Anda jika karti grafis Anda membutuhkannya.
9. Pasang kembali sekrup pada bagian belakang pelat kartu grafis.
10. Pasang kembali penutup komputer. Dan colok kembali kabel daya ke colokan listrik.
11. Pasanglah driver kartu grafis baru Anda. jika Anda memasang kartu grafis Anda tersebut pada Windows Vista atau diatasnya, Windows seharusnya secara otomatis mendeteksi keberadaan kartu grafis dan memasang driver baru tersebut untuk Anda, tetapi Anda jangan bergantung terhadap hal ini, semua kartu grafis biasanya memiliki CD driver.Masukkan CD tersebut untuk memasang driver dari CD untuk kartu grafis Anda.
12. proses konfigurasidriver dan membuat komputer Anda mengenali dan bekerja dengan kartu grafis baru Anda. Jika Anda mendengar suara dari komputer Anda, matikan komputer, buka penutupnya, cabut kartu grafis Anda dan bersihkan slot dengan udara yang dikompresi, lalu pasang kembali kartu grafis Anda. Jika masalah ini terus berlanjut, cobalah membawa komputer Anda ke tempat reparasi komputer.

8. Pemasangan Sound Card

Pertama siapkan peralatan,Pastikan bahwa komputer anda dalam keadaan mati dan lepaskan kabel power yang terpasang serta kabel – kable lainnya yang ada pada komputer anda. Setelah itu buka casing dan anda bisa melihat slot PCI , biasanya slot PCI berwarna putih, jumlah slot PCI pada motherboard berbeda-beda. Kemudian anda bisa mulai untuk memasang sound card anda pada slot PCI, anda cukup menekan sound card yang telah anda siapkan pada slot PCI. Hati-hati agar tidak merusak sound card. Tekan setiap sudut pada sound card untuk memastikan sound card anda telah terpasang dengan benar. Sebaiknya slot PCI yang digunakan antara VGA dan Sound card jangan terlalu berdekatan. Tahap terakhir adalah menginstall driver.

9. IDE (Paralel ATA)

Ini adalah konektor pilihan untuk menghubungkan hard drive dan drive optik sampai diperkenalkannya konektor SATA ( yang saya akan datang ke dalam satu menit ). Dalam contoh gambar konektor telah ditempatkan pada sudut 90 ° untuk membuat kabel lebih mudah untuk mengelola. Lebih sering daripada tidak konektor akan menunjuk lurus ke atas.
Setiap konektor IDE ( atau saluran ) mampu mendukung “daisy-chaining”, yang pada dasarnya adalah jargon karena mampu menghubungkan dua perangkat menggunakan kabel IDE tunggal dan konektor. Untuk bekerja, satu perangkat perlu ditugaskan sebagai master, yang lain sebagai perangkat budak, yang pada dasarnya memutuskan mana perangkat muncul ke komputer yang pertama.
Seperti perangkat IDE menjadi kurang umum ( dan kurang relevan ) konektor akhirnya juga akan menjadi kurang umum pada motherboard, mirip dengan konektor floppy ( lebih pada nanti ). Sudah ada beberapa motherboard yang tidak memiliki IDE setiap konektor.

10. SATA (Serial ATA)

Hal ini diperkenalkan pada tahun 2003 dan akhirnya diganti port IDE sebagai konektor standar untuk hard drive pertama dan kemudian drive optik. Tidak seperti IDE konektor masing-masing port SATA hanya bisa menampung satu perangkat, tetapi memiliki keuntungan lain, itu jauh lebih cepat, untuk satu (konektor SATA yang paling saat ini mampu mentransfer 3 gigabit / detik, atau 3000 megabit / detik, sedangkan konektor IDE terbaru hanya bisa menangani 133 megabit / detik), dan kabel yang lebih tipis dan lebih mudah dikelola.
SATA juga memiliki manfaat yang hot-swappable, yang, adalah mungkin untuk melepas perangkat SATA dan menghubungkan perangkat SATA yang berbeda menggunakan kabel yang sama saat komputer masih diaktifkan (meskipun sering terjadi bahwa Anda akan memiliki secara manual menelusuri ulang untuk itu dalam sistem operasi). Perangkat IDE di sisi lain harus terpasang di depan komputer dinyalakan.

11. USB

Konektor ini digunakan untuk menambah ekstra port USB eksternal ( seperti port USB pada panel depan PC ), atau untuk menghubungkan perangkat USB internal ( seperti pembaca kartu internal ).
Masing-masing konektor mendukung dua port USB baik atau satu perangkat. Kebanyakan motherboard baru memiliki minimal dua header internal USB (konektor), dengan beberapa memiliki sebanyak empat.

12. FireWire ( IEEE 1394 atau FW )

Meskipun motherboard mungkin tidak memiliki port FireWire pada I / O ( Input / Output ) panel, itu tidak berarti bahwa ia tidak memiliki FireWire. Motherboard terbaru Banyak memiliki minimal satu FireWire 400 header ( FireWire 400 menjadi konektor FW yang paling umum ). Tidak seperti header USB, FireWire setiap header hanya dapat mendukung satu port FireWire.

13. Floppy

Konektor floppy untuk … baik … menghubungkan floppy disk drive. Sedangkan konektor daya floppy telah repurposed untuk pembaca kartu, konektor motherboard belum begitu beruntung – itu hanya tidak menyediakan bandwidth yang cukup untuk penggunaan modern.
Sebagai orang sangat sedikit masih menggunakan floppy disk motherboard paling modern tidak lagi memiliki konektor floppy sama sekali.

14. Front Panel Audio

Ini adalah header untuk menghubungkan mikrofon dan jack headphone pada panel depan PC Anda ke motherboard. Sebagian besar kasus memiliki dua konektor audio inline pada kabel yang sama, salah satu AC97 label dan yang lain sebagai AUDIO HD. Keduanya akan muat pada header yang sama pada motherboard, tetapi hanya satu akan bekerja. Secara umum, motherboard yang lebih tua hanya akan mendukung AC97 sedangkan motherboard baru akan mendukung keduanya. Ini biasanya akan mengatakan pada motherboard sebelah header.